KEMASAN KERUPUK DANGKE
Project Re-Branding • Visual Transformation
Kemasan awal menggunakan plastik transparan sederhana yang hanya dikunci dengan staples. Minimnya informasi produk dan identitas visual membuat nilai jualnya kurang maksimal untuk bersaing di pasar modern.
Hasil re-design menghadirkan konsep Eco-Authentic dengan sentuhan visual yang lebih hangat. Ilustrasi pegunungan Enrekang serta sapi perah memberikan kesan produk yang murni dan terjaga keasliannya, sekaligus tampil lebih profesional.
Pendekatan Design Thinking
Membedah proses transformasi visual kemasan Kerupuk Dangke
Empathize (Berempati dengan Konsumen)
Tahap ini menjelaskan mengapa re-design ini perlu dilakukan dari sudut pandang pembeli.
Konteks Pembeli: Kerupuk Dangke adalah "oleh-oleh khas". Orang yang membeli oleh-oleh biasanya ingin memberikannya kepada orang lain (keluarga/teman) dengan rasa bangga.
Keluhan (Pain Points): Kemasan lama (plastik transparan & staples) membuat konsumen merasa produk ini kurang higienis, murahan, tidak tahan lama, dan tidak pantas dijadikan hadiah. Selain itu, minimnya informasi membuat konsumen baru ragu dengan komposisi atau legalitas produknya.
Define (Mendefinisikan Masalah Inti)
Berdasarkan empati di atas, Anda merumuskan masalah utamanya secara jelas.
Pernyataan Masalah: "Kerupuk Dangke khas Enrekang memiliki kualitas rasa yang autentik, namun gagal bersaing di pasar modern dan kurang diminati sebagai oleh-oleh premium karena identitas visualnya yang tidak profesional dan kemasan yang tidak representatif."
Ideate (Tahap Pencarian Ide & Konsep)
Di sini, desainer melakukan brainstorming untuk mencari solusi visual yang bisa menyelesaikan masalah di tahap Define.
Konsep yang Terpilih: "Eco-Authentic".
Elemen yang Dibutuhkan: Bagaimana cara menunjukkan keaslian Enrekang? Jawabannya adalah ilustrasi pegunungan Enrekang. Bagaimana cara menunjukkan bahan bakunya? Dengan ilustrasi sapi perah (mengingat dangke terbuat dari susu sapi). Bagaimana cara membuatnya terasa premium? Dengan menggunakan skema warna yang hangat (warm) dan material kemasan yang lebih baik dari sekadar plastik transparan.
Prototype (Pembuatan Prototipe)
Tahap ini adalah eksekusi dari ide menjadi wujud nyata yang bisa dilihat (Visual Transformation).
Proses: Desainer merancang mockup kemasan baru. Mereka menyatukan ilustrasi pegunungan, sapi perah, tipografi yang lebih profesional, serta menambahkan ruang untuk informasi produk (komposisi, P-IRT, expired date) agar konsumen merasa aman dan percaya.
Test (Pengujian)
Hasil Evaluasi (Kesimpulan Blog): Desain kemasan baru yang "Eco-Authentic" berhasil mengubah persepsi produk. Kerupuk Dangke kini terlihat lebih profesional, nilainya meningkat (added value), dan siap menembus rak-rak supermarket modern atau toko oleh-oleh premium, bukan lagi sekadar dijual di warung kecil.
0 Komentar