"Review & Customer Journey Mapping (CJM) Naik KA Trans Sulawesi: Menemukan Titik Frustrasi Penumpang"

Review & Customer Journey Mapping (CJM) KA Trans Sulawesi: Fasilitas vs Aksesibilitas
Jalur Karst Maros - Pangkep

Review & Customer Journey Mapping (CJM) KA Trans Sulawesi: Menemukan Titik Frustrasi Penumpang

Andi Tenri

Andi Tenri

Service Designer • Warga Makassar

"Kereta Api Trans Sulawesi adalah fasilitas kebanggaan baru. Sebagai warga Makassar yang punya urusan dinas ke kota Barru, saya mencoba menganalisis layanan ini menggunakan alat Customer Journey Mapping (CJM).

Ringkasan Masalah (Berdasarkan CJM): Pengalaman di dalam kereta dan stasiun sangat luar biasa (bintang lima!), namun layanan ini terasa sangat timpang karena sulitnya akses menuju stasiun (First-mile) dan tidak adanya angkutan dari stasiun tujuan ke pusat kota (Last-mile). Biaya taksi menuju stasiun bahkan jauh lebih mahal dari tiket keretanya sendiri. Berikut rincian perjalanan pemetaan perjalanan (Customer Journey) saya."

Peta Perjalanan Pelanggan (CJM)

Tahap 1

Akses & First-Mile (Menuju Stasiun)

Berangkat dari kawasan Daya (Makassar) menuju Stasiun Mandai (Maros).

👍 Kelebihan: Tiket kereta via aplikasi sangat murah (Rp 15.000).
👎 Pain Point Utama: Tidak ada rute angkutan umum/pete-pete yang masuk ke stasiun. Terpaksa naik taksi online seharga Rp 60.000 (4x lipat harga tiket kereta).
Mengecewakan
TOP TIER
Tahap 2

Fasilitas Stasiun (Check-In)

Tiba di Stasiun Mandai dan menunggu jadwal keberangkatan.

👍 Kelebihan: Bangunan stasiun sangat megah, bersih, dan modern. Pelayanan petugas sangat ramah menyerupai standar bandara internasional. Sistem cetak *boarding pass* sangat mudah. Rasa lelah langsung hilang!
Sangat Puas
Tahap 3

Kenyamanan Perjalanan (Dalam Kabin)

Perjalanan melintasi area karst Maros dan Pangkep.

👍 Kelebihan: Kabin kereta sangat bersih, AC dingin merata. Jendelanya lebar, memberikan pemandangan *Karst Rammang-rammang* yang luar biasa indah. Tidak ada goncangan kasar dan bebas dari kemacetan jalan poros. Perjalanan yang *healing*.
Sempurna
Tahap 4

Kedatangan & Last-Mile

Turun di Stasiun Garongkong, mencari kendaraan ke Pusat Kota Barru.

🛑 Pain Point Fatal (Kekurangan): Stasiun letaknya sangat sepi dan jauh dari pusat kota. Begitu keluar, TIDAK ADA angkutan kota (pete-pete) yang terintegrasi. Kalaupun ada carteran mobil liar, harganya sangat "mencekik". Pengalaman indah di dalam kereta hancur seketika karena kebingungan dan kelelahan di akhir perjalanan.
Sangat Frustrasi

Kesimpulan & Rekomendasi Solusi

Berdasarkan CJM di atas, layanan inti (Kereta & Stasiun) layak mendapat apresiasi tinggi. Namun, minimnya ekosistem transportasi pendukung membuat kereta ini tidak efisien untuk komuter harian. Untuk menjadikan KA Trans Sulawesi benar-benar berdampak, berikut solusinya:

Solusi First-Mile

Integrasi Teman Bus

Pemerintah daerah (Makassar & Maros) harus memperpanjang trayek Trans Mamminasata (Teman Bus) agar memiliki halte perhentian tepat di area penurunan (*drop-off*) Stasiun Mandai.

Solusi Last-Mile

Shuttle Bus / Pete-pete Resmi

Pemkab Barru dapat memberdayakan Koperasi Angkot lokal sebagai *Shuttle* resmi stasiun dengan jadwal yang selaras dengan kedatangan kereta, dan menerapkan tarif dasar (*Flat Rate*) ke pusat kota agar penumpang tidak ragu.

Posting Komentar

2 Komentar