Alur Urutan Tahapan Penelitian
Tahap 1
Identifikasi Masalah
Fenomena Studi Kasus
Mati Lampu Bergilir
- Berbicara langsung dengan warga yang terdampak maupun pihak PLN untuk memahami akar masalah dari dua sudut pandang (konsumen dan penyedia).
- Menyusun pertanyaan kunci untuk fokus masalah, seperti pemicu utama berkurangnya pasokan listrik dan kendala operasional yang dihadapi.
Tahap 2
Memahami Realitas
- Memeriksa laporan resmi, data cuaca, dan kondisi lapangan untuk memisahkan fakta dari asumsi publik. Mengonfirmasi apakah pemadaman disebabkan faktor alam (kemarau/debit air surut) atau kendala teknis mesin.
Tahap 3
Mengumpulkan Data, Menganalisis, & Mencari Solusi
- Himpun data yang tervalidasi dan amati pola pengulangannya. Data menunjukkan pemicu utama berada pada puncak musim kemarau saat pasokan air bendungan menyusut drastis.
Tahap 4
Memprediksi Kemungkinan yang Terjadi
- Memproyeksikan dampak dan kerugian jangka panjang jika kondisi cuaca ekstrem terus berulang tanpa adanya antisipasi sistemik.
Tahap 5
Menemukan Inovasi Baru
- Merumuskan solusi terbarukan berbasis analisis data, misalnya mendorong implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar untuk memanfaatkan cuaca terik kemarau.
Tahap 6
Dasar Pengambilan Keputusan
- Menjadikan seluruh rangkaian data dan kesimpulan sebagai acuan resmi bagi pemangku kepentingan (pemerintah & instansi terkait) dalam menetapkan kebijakan berbasis fakta.
0 Komentar